Tekan Risiko Kecelakaan Laut, Jasa Raharja Kalteng dan DLU Perkuat Edukasi Keselamatan Penumpang di Pelabuhan Panglima Utar
1 min read

Tekan Risiko Kecelakaan Laut, Jasa Raharja Kalteng dan DLU Perkuat Edukasi Keselamatan Penumpang di Pelabuhan Panglima Utar

Kalimantan Tengah – PT Jasa Raharja Wilayah Kalimantan Tengah melalui Penanggung Jawab Samsat Pangkalan Bun, Sekar A. Apriliani, bersama Kasi Operasi PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Kumai dan Mualim III KM Dharma Kencana III melaksanakan sosialisasi alat keselamatan penyeberangan di Pelabuhan Panglima Utar, Kotawaringin Barat, Rabu (30/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan penumpang terhadap aspek keselamatan selama menggunakan transportasi laut.

Dalam kegiatan tersebut, Mualim III KM Dharma Kencana III memberikan penjelasan mengenai berbagai sarana keselamatan yang tersedia di atas kapal, termasuk fungsi dan penggunaannya dalam kondisi darurat. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan peragaan penggunaan life jacket yang benar, mulai dari cara mengenakan, mengencangkan, hingga memastikan perlengkapan tersebut terpasang dengan baik. Pendekatan praktis ini diharapkan membuat penumpang tidak hanya mengetahui keberadaan alat keselamatan, tetapi juga mampu menggunakannya secara tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Tengah, Alfin Syahrin, menyampaikan bahwa keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran dan kesiapan dari seluruh pihak, termasuk pengguna jasa. “Edukasi keselamatan seperti ini sangat penting karena dalam kondisi darurat, pengetahuan mengenai penggunaan alat keselamatan dapat menjadi bekal yang sangat berarti. Kami mengapresiasi sinergi bersama DLU dalam memberikan pemahaman langsung kepada penumpang agar lebih siap dan tidak panik apabila menghadapi keadaan yang tidak diharapkan,” ujarnya.

Alfin menambahkan, Jasa Raharja akan terus mendorong penguatan budaya keselamatan melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai operator serta pemangku kepentingan transportasi. Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan ketika terjadi kecelakaan, tetapi juga melalui langkah preventif untuk membangun kesadaran sebelum perjalanan dimulai. “Kami berharap setiap penumpang menjadikan keselamatan sebagai bagian dari perjalanan, mulai dari memahami petunjuk keselamatan, mengetahui lokasi alat keselamatan, hingga mengikuti arahan awak kapal,” pungkasnya.