Jasa Raharja Perkuat SIGAP Instansi, Tindak Lanjut Data GASPOLL di Sleman
Sleman — Jasa Raharja melalui Samsat Sleman kembali melakukan tindak lanjut data GASPOLL melalui SIGAP Instansi/Prioritas pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kendaraan sekaligus menindaklanjuti kewajiban SWDKLLJ yang masih tercatat dalam data.
Dalam kegiatan ini, Irini Anggereini, Staf Administrasi Tingkat I Samsat Sleman, melakukan kunjungan ke dua instansi di wilayah Sleman. Kunjungan pertama dilakukan ke Universitas Negeri Yogyakarta di Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman. Berdasarkan hasil konfirmasi, kendaraan dengan nomor polisi AB-1482-CE masih dimiliki dan pihak terkait menyampaikan akan segera melakukan pembayaran, dengan outstanding SW sebesar Rp213.000.
Tindak lanjut juga dilakukan ke PT Bank BRI Syariah KCP Affandi yang saat ini menjadi BSI Syariah di Jalan Affandi Nomor 57, Santren, Caturtunggal, Depok, Sleman. Dari hasil konfirmasi, kendaraan dengan nomor polisi AB-6894-AU diketahui sudah dijual, dengan outstanding SW sebesar Rp59.000.
Irini mengatakan bahwa tindak lanjut secara langsung dilakukan untuk memastikan kesesuaian data kendaraan dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan. Menurutnya, konfirmasi tersebut penting agar data GASPOLL yang dimiliki dapat diperbarui dan menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut berikutnya.
“Melalui kunjungan langsung ini, kami dapat memastikan status kendaraan yang tercatat dalam data GASPOLL. Untuk kendaraan yang masih dimiliki, kami juga mendapatkan informasi bahwa pihak terkait akan segera melakukan pembayaran atas kewajiban SWDKLLJ yang masih tercatat,” ujar Irini.
Ia menambahkan bahwa tindak lanjut akan terus dilakukan terhadap kendaraan yang masih memiliki outstanding maupun kendaraan yang sudah mengalami perubahan status kepemilikan. “Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap data yang ada, termasuk memastikan informasi kendaraan yang sudah dijual dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi sebenarnya,” katanya.
Menurut Irini, pemutakhiran data melalui SIGAP Instansi/Prioritas menjadi salah satu upaya untuk mendorong ketertiban pembayaran SWDKLLJ. “Harapannya, melalui tindak lanjut seperti ini, data kendaraan semakin akurat dan kewajiban SWDKLLJ dapat segera diselesaikan. Kami akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung optimalisasi penerimaan dan pelayanan Jasa Raharja,” pungkasnya.
Dari dua instansi yang dikunjungi, terdapat dua kendaraan yang ditindaklanjuti dengan total outstanding SW sebesar Rp272.000. Hingga saat laporan dibuat, belum terdapat realisasi pembayaran yang tercatat.
