WEF 2026: Danantara Tampilkan Tiga Proyek Unggulan Berdaya Saing Global
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia aktif memperkenalkan tiga proyek investasi unggulan dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Forum ekonomi global tersebut berlangsung pada 19–22 Januari 2026 dan menjadi bagian dari upaya diplomasi ekonomi Indonesia di tingkat internasional.
Managing Director of Investment Danantara Indonesia, Stefanus Ade Hadiwidjaja, memaparkan inisiatif tersebut dalam salah satu sesi diskusi panel. Tiga proyek yang ditampilkan meliputi pengelolaan limbah menjadi energi, pembangunan Kampung Haji, serta pengembangan produk obat turunan plasma darah. Ketiganya mencerminkan fokus Danantara pada sektor strategis dan berdampak luas.
Keikutsertaan Indonesia di WEF 2026 bertujuan memperkuat daya saing ekonomi nasional. Delegasi Indonesia melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Danantara Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Kolaborasi ini diarahkan untuk menarik minat investor global dan memperkuat posisi Indonesia di panggung ekonomi dunia.
Pengelolaan Limbah Jadi Energi
Salah satu proyek utama yang dipromosikan adalah pengelolaan limbah menjadi energi atau waste-to-energy. Danantara menargetkan implementasi proyek ini di 30 kota besar di Indonesia. Program tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan yang semakin mendesak.
Stefanus menjelaskan, proyek waste-to-energy termasuk dalam 30–40 kesepakatan investasi yang tengah dikembangkan Danantara. Pembahasan potensi kerja sama juga telah dilakukan dengan Kamar Dagang Swiss. Langkah ini menunjukkan keseriusan Danantara dalam menggandeng mitra global.
Selain berdampak pada lingkungan, investasi waste-to-energy dinilai memiliki potensi bisnis yang berkelanjutan. Kehadiran operator global diharapkan mampu memperkuat model usaha yang ramah lingkungan sekaligus menguntungkan secara ekonomi.
Sektor Kesehatan dan Kampung Haji
Proyek unggulan kedua berfokus pada sektor kesehatan, yakni pengembangan produk obat turunan plasma (plasma-derived medicinal products). Inisiatif ini memanfaatkan plasma darah manusia dan diarahkan untuk memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional.
Sementara itu, proyek ketiga adalah pembangunan Kampung Haji di Mekah, Arab Saudi. Danantara telah mulai berinvestasi pada sejumlah lokasi strategis untuk mendukung pengembangan fasilitas tersebut. Kampung Haji dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Stefanus menegaskan, Indonesia merupakan pengirim jemaah haji dan umrah terbesar ke Arab Saudi. Karena itu, pengembangan Kampung Haji dinilai penting untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan pelayanan yang lebih baik bagi jemaah Indonesia.
Strategi Diplomasi Ekonomi
Partisipasi Indonesia dalam Annual Meeting World Economic Forum 2026 merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyebut kehadiran Indonesia di forum global ini bertujuan mendorong daya saing ekonomi nasional.
Melalui WEF, Indonesia tidak hanya mempromosikan proyek investasi, tetapi juga menegaskan stabilitas ekonomi dan iklim investasi yang kompetitif. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor global.
Keikutsertaan aktif dalam forum internasional menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Sumber: AntaraNews
