Luis Enrique Bawa PSG Terbang Tinggi, Rekor Baru Tercipta di Liga Champions
3 mins read

Luis Enrique Bawa PSG Terbang Tinggi, Rekor Baru Tercipta di Liga Champions

Paris Saint-Germain (PSG) kembali menciptakan sejarah dalam dunia sepak bola Eropa dengan pencapaian yang sangat mengesankan di Liga Champions. Di bawah arahan Luis Enrique, PSG berhasil menyingkirkan Liverpool dari perempat final Liga Champions 2025/2026 dengan skor 2-0 (agregat 4-0) pada leg kedua yang berlangsung di Anfield, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. Dengan hasil ini, PSG menjadi tim Prancis pertama yang mencapai babak semifinal Liga Champions dalam tiga musim berturut-turut. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi PSG sebagai salah satu kekuatan dominan di Eropa.

Keberhasilan terbaru mereka menunjukkan bahwa PSG kini hanya selangkah lagi untuk mempertahankan peluang meraih gelar beruntun di kompetisi paling bergengsi antar klub tersebut. Sejak awal musim lalu, perjalanan PSG di Liga Champions juga ditandai dengan catatan yang sangat impresif, terutama saat berhadapan dengan klub-klub asal Inggris. Dalam dua musim terakhir, PSG telah berhasil menyingkirkan total empat tim dari Premier League, yang menegaskan dominasi mereka di pentas Eropa yang paling bergengsi.

Daftar klub Inggris yang berhasil dikalahkan PSG:

Rangkaian hasil yang diperoleh Paris Saint-Germain (PSG) pada musim 2024/25 dan 2025/26 menunjukkan betapa dominannya mereka dalam pertandingan melawan tim-tim besar. Liverpool, Aston Villa, Arsenal, dan Chelsea merupakan beberapa lawan yang berhasil mereka kalahkan, yang semakin menegaskan posisi PSG sebagai salah satu klub terkuat di Eropa.

Hasil-hasil tersebut tidak hanya menambah koleksi kemenangan PSG, tetapi juga memperkuat reputasi mereka di pentas internasional. PSG menunjukkan performa yang sangat baik, terutama saat berhadapan dengan tim-tim Premier League, yang dikenal memiliki daya saing yang tinggi. Dengan demikian, “Rangkaian hasil tersebut memperkuat reputasi PSG sebagai tim yang mampu tampil dominan di laga-laga besar, terutama ketika menghadapi wakil-wakil Premier League yang selama ini dikenal sebagai liga paling kompetitif di dunia.”

Kemenangan meyakinkan

Bagi Liverpool, kekalahan ini merupakan tamparan berat karena mereka tersingkir tanpa berhasil mencetak gol dalam dua leg pertandingan. Meskipun menunjukkan peningkatan performa di Anfield dan beberapa kali menciptakan peluang, kurangnya efektivitas di lini depan membuat mereka tidak mampu membalikkan keadaan. Hasil ini juga memperpanjang catatan buruk Liverpool saat berhadapan dengan PSG di Liga Champions, serta menimbulkan pertanyaan besar mengenai konsistensi tim dalam pertandingan penting di era baru mereka.

Meskipun Liverpool unggul dalam beberapa statistik, seperti penguasaan bola yang mencapai 57% dan jumlah tembakan sebanyak 21 berbanding 11, mereka tidak berhasil memanfaatkan peluang yang ada. PSG menunjukkan permainan yang lebih efektif dengan dua gol yang dicetak oleh Ousmane Dembele pada menit ke-72 dan 90+1. Di bawah kepemimpinan Arne Slot, Liverpool mencatat 7 tembakan tepat sasaran dan 8 sepak pojok, namun tetap kalah secara klinis dari PSG yang bermain disiplin. Akhirnya, PSG yang dilatih oleh Luis Enrique berhasil melaju ke semifinal, sementara Liverpool harus pulang tanpa mencetak gol di kedua leg.

Dembele tampil mengesankan!

Sejak awal pertandingan, Liverpool berusaha menekan dengan tempo yang tinggi. Namun, PSG tetap mampu mengendalikan permainan di momen-momen krusial. Beberapa peluang tercipta dari kedua tim, tetapi ketangguhan pertahanan tim tamu serta performa kiper mereka membuat tuan rumah kesulitan untuk menembus lini belakang. Di sisi lain, serangan PSG yang dipimpin oleh Ousmane Dembélé dan Khvicha Kvaratskhelia beberapa kali mengganggu pertahanan Liverpool.

Memasuki babak kedua, Liverpool sempat mendapatkan momentum ketika wasit menunjuk titik penalti. Namun, keputusan tersebut dibatalkan oleh VAR, sehingga tekanan dari tuan rumah berkurang. PSG kemudian berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-72 melalui Dembélé yang memanfaatkan umpan dari Kvaratskhelia. Saat Liverpool berusaha untuk bangkit, PSG kembali menghukum mereka di masa tambahan waktu melalui Dembélé, yang memastikan kemenangan 2-0 dan menutup agregat 4-0 untuk tim tamu. Sumber: Squawka