Jasa Raharja Bengkulu Perkuat Peran Orang Tua dalam Membangun Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Bengkulu – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Bengkulu menggelar kegiatan Sosialisasi Peran Orang Tua dalam Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas bagi Pelajar di SMKS 15 Taruna, Kota Bengkulu, pada Jumat (19/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, kepolisian, dan Jasa Raharja.
Kegiatan diikuti oleh para siswa SMKS 15 Taruna beserta orang tua mereka. Edukasi disampaikan langsung oleh Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Bengkulu, Ibu Fitri Agustina, S.Kom., MBA., AAIK., CRMP, RSA, CRP., didampingi oleh personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polresta Bengkulu, Ipda Siswo Sudarmo.
Dalam pemaparannya, Ibu Fitri Agustina menegaskan bahwa keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak dalam berlalu lintas. Menurutnya, edukasi keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun aparat penegak hukum, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui keteladanan dan pengawasan yang berkelanjutan.
“Orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak. Dengan memberikan contoh yang baik, mengingatkan pentingnya menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan anak belum mengendarai kendaraan apabila belum memenuhi persyaratan, maka kita bersama-sama telah berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar,” ujar Ibu Fitri Agustina.
Sementara itu, Ipda Siswo Sudarmo menyampaikan materi mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas, kepatuhan terhadap peraturan, serta berbagai faktor yang menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia produktif, khususnya pelajar. Ia juga mengajak para siswa untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Salah satu momen yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah penyampaian testimoni dari orang tua penerima santunan Jasa Raharja. Melalui kisah nyata yang disampaikan, peserta memperoleh gambaran mengenai dampak besar yang ditimbulkan akibat kecelakaan lalu lintas, sekaligus memahami peran Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan berlangsung semakin interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab antara narasumber dengan para siswa maupun orang tua. Berbagai pertanyaan mengenai keselamatan berkendara, tanggung jawab orang tua, hingga mekanisme perlindungan dan santunan Jasa Raharja dibahas secara terbuka sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja Bengkulu berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara keluarga, sekolah, kepolisian, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki budaya keselamatan dalam setiap aktivitas di jalan raya.
