Banjir Lombok Tengah: Pemkab Turun Tangan Bantu Warga Terdampak
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir akibat hujan yang terjadi pada Minggu (14/12) hingga Senin (15/12) di Kecamatan Pujut.
“Pendistribusian logistik bantuan untuk warga terdampak banjir telah dilakukan,” kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Selasa (16/12).
Banjir yang terjadi di wilayah selatan Lombok Tengah, khususnya Kecamatan Pujut dan Praya Barat, bersifat sementara. Menurut Bupati, banjir dipicu oleh cuaca ekstrem, kondisi jaringan irigasi yang tersumbat sampah, serta faktor lainnya.
“Kondisi banjir tidak berlangsung lama dan saat ini telah normal. Tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Bupati Lalu Pathul Bahri menekankan, mencegah banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Partisipasi masyarakat sangat penting, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. “Jika ada tumpukan sampah di drainase, segera dibersihkan supaya tidak terjadi genangan saat hujan,” katanya.
Ke depan, pemerintah akan melakukan revitalisasi beberapa jaringan irigasi yang mengalami pendangkalan. Langkah ini dilakukan bertahap sesuai anggaran yang tersedia. “Kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat, sangat penting untuk mencegah banjir di Lombok Tengah,” tambahnya.
Sebelumnya, banjir sempat melanda Desa Kuta, dengan 34 kepala keluarga (KK) terdampak di beberapa dusun, yaitu Dusun Baturiti 17 KK, Dusun Kuta Satu 7 KK, dan Dusun Marendeng 10 KK. Saat ini, air telah surut dan kondisi kembali normal.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan munculnya bibit siklon tropis 93S di perairan NTB bagian selatan, yang berpotensi menimbulkan cuaca buruk di Jawa Timur dan Kepulauan Sunda Kecil. Bibit siklon ini terbentuk pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus BMKG, Miming Saepudin, menjelaskan bibit siklon tropis 93S berpeluang rendah berkembang menjadi siklon tropis, namun didukung oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby dan gelombang frekuensi rendah di sekitar wilayah tersebut.
Sumber AntaraNews.com
