BI Ungkap Penurunan Suku Bunga Kredit Mulai Terlihat, Lebih Baik dari Bulan Lalu
2 mins read

BI Ungkap Penurunan Suku Bunga Kredit Mulai Terlihat, Lebih Baik dari Bulan Lalu

Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan suku bunga kredit perbankan mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Hingga Desember 2025, suku bunga kredit turun 39 basis poin (bps), dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi 8,81 persen.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman mengatakan, capaian tersebut lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya. Pada November 2025, penurunan suku bunga kredit tercatat sebesar 24 bps, dari 9,20 persen menjadi 8,96 persen.

“Angka ini sangat bagus karena penurunan dibandingkan bulan lalu bertambah 15 bps. Bulan lalu hanya turun 24 bps, sekarang per Desember 2025 turun 39 bps,” ujar Aida dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu.

BI menilai transmisi penurunan suku bunga kebijakan ke suku bunga perbankan terus berlanjut, terutama pada suku bunga dana. Suku bunga deposito satu bulan tercatat turun 56 bps, dari 4,81 persen pada awal 2025 menjadi 4,25 persen pada Desember 2025.

Meski demikian, BI menilai upaya lanjutan masih diperlukan, terutama untuk menurunkan pemberian special rate kepada deposan besar. Menurut BI, penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan perlu terus ditingkatkan agar dapat mendorong pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sejalan dengan penurunan BI-Rate sebesar 125 bps sepanjang 2025 serta ekspansi likuiditas moneter, suku bunga INDONIA tercatat turun 234 bps sejak awal 2025 menjadi 3,69 persen pada 20 Januari 2026.

Selain itu, suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan masing-masing turun 254 bps, 254 bps, dan 258 bps. Per 15 Januari 2026, suku bunga SRBI tercatat sebesar 4,62 persen untuk tenor 6 bulan, 4,66 persen untuk tenor 9 bulan, dan 4,69 persen untuk tenor 12 bulan.

Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) juga tercatat relatif stabil. Untuk tenor 2 tahun dan 10 tahun, masing-masing berada di level 5,06 persen dan 6,31 persen pada 20 Januari 2026.

BI juga memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai 16 Desember 2025. Kebijakan ini diarahkan untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit atau pembiayaan perbankan, melalui peningkatan insentif bagi bank yang lebih cepat menurunkan suku bunga kredit baru sejalan dengan penurunan suku bunga kebijakan BI.

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 20–21 Januari 2026, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen. Suku bunga deposit facility dan lending facility juga dipertahankan masing-masing sebesar 3,75 persen dan 5,50 persen.

BI menyampaikan, keputusan tersebut konsisten dengan fokus kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Meski demikian, BI tetap mencermati ruang penurunan BI-Rate ke depan.

Kebijakan suku bunga yang bertahan ini melanjutkan sikap BI sejak September 2025. Sebelumnya, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak lima kali sepanjang 2025, masing-masing 25 bps, sehingga total penurunan mencapai 125 bps.

Sumber AntaraNews.com