Bogor Genjot Ekspor Durian Beku ke Tiongkok, Pasar Hortikultura Makin Luas
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, resmi melakukan ekspor perdana 48 ton durian beku ke Tiongkok senilai Rp5,1 miliar. Langkah ini menjadi strategi Pemkab Bogor untuk membuka akses pasar internasional bagi komoditas hortikultura unggulan daerah.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan ekspor durian beku membantu petani menembus pasar global dan meningkatkan nilai tambah produk lokal. “Ekspor ini menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar durian, tidak hanya bergantung pada pasar lokal,” ujarnya.
Pemkab Bogor mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem industri durian, termasuk melibatkan tenaga kerja lokal dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dengan ekspor, kualitas durian diharapkan meningkat dan pangsa pasar lebih luas.
Pelepasan ekspor dilakukan di fasilitas PT Zarafa Ridho Lestari, Citeureup, Kabupaten Bogor, oleh Bupati Rudy bersama Ketua Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean dan Anggota Komisi V DPR RI Marlyn Maisarah.
Sahat menyatakan keberhasilan ekspor durian ke Tiongkok merupakan hasil kerja sama lintas kementerian dan diplomasi intensif. Durian Indonesia, khususnya jenis montong, diminati karena daging tebal dan biji kecil. Ke depan, durian segar juga sudah mendapat persetujuan ekspor ke Tiongkok.
“Tujuan ekspor hortikultura adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Sahat.
Sumber AntaraNews.com
