Hari Ketiga Longsor Cisarua Bandung, 9 Ekskavator Dikerahkan Cari Korban
Operasi SAR pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasir, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus berlanjut hingga hari ketiga pada Senin (26/1). Sempat dihentikan sementara akibat gerimis, pencarian kembali dilanjutkan setelah cuaca membaik.
Hingga pukul 12.30 WIB, tim SAR gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan BNPB terlihat masih berjibaku di lokasi longsor di lereng Gunung Burangrang. Kondisi cuaca terpantau cukup cerah sehingga pencarian dapat dilakukan secara maksimal. Proses evakuasi dilakukan secara manual maupun dengan bantuan alat berat.
Area longsor tampak membentuk cekungan besar di tengah kawasan perkebunan dan permukiman warga. Seluruh warga di sekitar titik longsor telah dievakuasi ke sejumlah posko pengungsian, termasuk di Kantor Desa Pasirlangu.
Sejumlah mobil ambulans dan petugas Palang Merah Indonesia (PMI) disiagakan di lokasi. Ambulans tersebut digunakan untuk mengangkut jenazah yang ditemukan tim SAR ke pos Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.
Personel tim SAR gabungan yang terlibat berasal dari Basarnas, TNI/Polri, Kementerian PUPR, BNPB, Kementerian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta unsur relawan dan komunitas SAR.
9 Ekskavator Dikerahkan
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan pencarian difokuskan pada dua sektor, yakni sektor A dan sektor B. Sektor A berada di wilayah timur, sementara sektor B berada di wilayah barat Desa Pasirlangu.
“Hari ini kami membagi tim menjadi dua sektor. Selain itu, ada penambahan kekuatan personel dari Kantor SAR Semarang, Yogyakarta, dan Cilacap, serta potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi,” ujar Yudhi.
Ia menambahkan, pencarian menggunakan alat berat juga diperkuat. Sebanyak sembilan unit ekskavator dikerahkan untuk membantu proses evakuasi material longsor.
“Untuk pencarian dengan alat berat, hari ini ada sembilan ekskavator yang digerakkan,” katanya.
Sementara itu, data korban sementara mencatat sebanyak 25 kantung jenazah telah berhasil dievakuasi. Sekitar 80 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Seluruh kantung jenazah diserahkan kepada tim DVI untuk dilakukan identifikasi.
“Setiap kantung jenazah kami serahkan ke tim DVI. Selanjutnya, pihak DVI yang akan merilis data korban,” ujar Yudhi.
Hingga Minggu (25/1) atau hari kedua operasi SAR, posko DVI Polda Jawa Barat telah menerima 25 kantung jenazah. Sebanyak 65 orang masih dinyatakan hilang, sementara 23 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Sumber Merdeka.com
