Kementerian PUPR Identifikasi Kerusakan, Percepat Pemulihan Irigasi Pante Lhong Aceh Pascabencana
3 mins read

Kementerian PUPR Identifikasi Kerusakan, Percepat Pemulihan Irigasi Pante Lhong Aceh Pascabencana

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap kondisi Bendung dan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Langkah ini diambil pascabencana banjir dan limpasan air yang melanda wilayah Sumatera, menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur irigasi.

Identifikasi awal ini menjadi fondasi penting untuk merancang penanganan yang tepat agar Bendung Pante Lhong dapat kembali berfungsi optimal. Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menegaskan perlunya desain penanganan yang matang, mengingat pelebaran sungai yang signifikan telah terjadi. Proses penanganan nantinya juga akan melibatkan padat karya untuk normalisasi saluran irigasi.

Tujuan utama dari identifikasi ini adalah untuk memastikan air dapat kembali mengalir ke persawahan, mendukung keberlanjutan produksi pertanian di daerah tersebut. Pemulihan infrastruktur irigasi ini krusial untuk ketahanan pangan lokal, khususnya bagi petani di area layanan seluas 6.562 hektare.

Kerusakan Parah Ancam Produktivitas Pertanian

Hasil peninjauan awal menunjukkan bahwa Bendung D.I. Pante Lhong tidak dapat beroperasi secara optimal akibat endapan sedimen yang menumpuk pada bangunan pengambil air (intake) dan apron mercu. Kondisi ini secara langsung menghambat aliran air yang seharusnya dialirkan ke lahan pertanian warga.

Selain itu, kerusakan serius juga teridentifikasi pada tanggul kanan di bagian hulu bendung, serta adanya endapan sedimen pada penyaring sampah (trash rack) dan kantong lumpur. Limpasan air yang terjadi juga memperparah kondisi, menyebabkan putusnya tanggul sungai di hulu dan berdampak pada tubuh bendung secara keseluruhan.

Tidak hanya bendung, jaringan irigasi dan area persawahan D.I. Pante Lhong juga mengalami kerusakan signifikan. Sejumlah saluran tertutup runtuh akibat genangan, dan tanggul pada beberapa ruas saluran menghilang karena limpasan air, mengganggu distribusi air ke sawah.

Endapan sedimen yang tebal juga ditemukan pada saluran sekunder dan area persawahan, dengan total luasan sawah terdampak mencapai sekitar 1.282 hektare. Kondisi ini secara drastis menurunkan fungsi layanan irigasi, mengancam mata pencaharian petani dan produksi pangan di Bireuen.

Rencana Penanganan dan Anggaran Pemulihan

Untuk mengembalikan fungsi Bendung D.I. Pante Lhong, Kementerian PUPR merencanakan beberapa langkah penanganan mendesak. Penanganan tersebut meliputi pembangunan kembali tanggul yang rusak, normalisasi penyaring sampah, serta normalisasi kantong lumpur yang dipenuhi sedimen.

Selain itu, pemulihan fungsi jaringan irigasi dan area persawahan memerlukan pekerjaan rehabilitasi saluran yang rusak, normalisasi saluran yang tersumbat, serta rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak banjir. Semua upaya ini dirancang untuk memastikan sistem irigasi dapat berfungsi kembali secara maksimal.

Total kebutuhan anggaran untuk penanganan komprehensif jaringan irigasi dan area persawahan D.I. Pante Lhong diperkirakan mencapai kurang lebih Rp79 miliar. Angka ini mencerminkan skala kerusakan dan upaya besar yang diperlukan untuk memulihkan infrastruktur vital tersebut.

Menteri Dody Hanggodo menjelaskan bahwa identifikasi dan desain permasalahan bendung serta jaringan irigasi akan diserahkan kepada Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. “Untuk D.I ini harus diidentifikasi dan dibuatkan desain penanganan dulu karena sungainya melebar sangat signifikan supaya bendung ini dapat tetap dimanfaatkan,” kata Menteri PUPR Dody Hanggodo. Hal ini bertujuan agar penanganan dapat dilakukan secara bertahap dan efektif, sehingga persawahan dapat kembali terairi.

Mendukung Ketahanan Pangan Melalui Infrastruktur Irigasi

Perencanaan teknis penanganan infrastruktur irigasi D.I. Pante Lhong yang dilakukan Kementerian PUPR diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan layanan irigasi. Pemulihan ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya.

Dengan berfungsinya kembali Bendung Pante Lhong dan jaringan irigasinya, petani dapat kembali menggarap lahannya dengan optimal. Hal ini secara langsung akan berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Aceh yang memiliki potensi pertanian besar.

Kementerian PUPR berkomitmen untuk terus mendukung sektor pertanian melalui penyediaan infrastruktur irigasi yang handal dan berkelanjutan. Upaya pemulihan di Pante Lhong adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, demi kesejahteraan petani dan stabilitas pangan.

Sumber: AntaraNews