Menko AHY Dorong Riset Terapan Infrastruktur untuk Ketangguhan Nasional
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) baru-baru ini menekankan pentingnya riset terapan untuk ketangguhan infrastruktur nasional. Dorongan ini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah dalam membangun ketahanan di berbagai sektor. Kolaborasi strategis antara Kemenko IPK dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diapresiasi sebagai langkah maju.
Apresiasi tersebut disampaikan AHY di Jakarta, menyoroti peran BRIN dalam mendorong pemanfaatan riset dan inovasi terapan. Tujuannya adalah untuk mendukung pembangunan nasional yang lebih tangguh serta berkelanjutan di masa depan. Komitmen ini diharapkan dapat menjawab berbagai tantangan di lapangan secara efektif.
Pemanfaatan teknologi seperti tactical drone menjadi contoh nyata bagaimana riset terapan infrastruktur telah memberikan dampak positif. Teknologi ini digunakan untuk memetakan kerusakan infrastruktur akibat bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hal ini mempercepat penanganan dan penyaluran bantuan kemanusiaan agar lebih tepat sasaran.
Kolaborasi Strategis dan Pemanfaatan Teknologi Inovatif
AHY menyampaikan apresiasi mendalam kepada Prof. Arief Satria, Kepala BRIN, dan seluruh jajaran BRIN atas kolaborasi yang terjalin sangat baik. Menurutnya, komitmen untuk memajukan riset dan inovasi yang aplikatif sangat penting. Inovasi ini krusial dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan mengatasi berbagai tantangan di lapangan.
Salah satu bukti konkret dari kolaborasi ini adalah penggunaan tactical drone dalam penanganan pascabencana. Drone ini berperan vital dalam memetakan kerusakan infrastruktur secara cepat dan akurat. Data yang dihasilkan membantu pemerintah menetapkan prioritas penanganan dan mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan.
AHY menegaskan, “Di belakang kita terdapat tactical drone yang telah digunakan untuk memetakan kerusakan infrastruktur dan menentukan prioritas bantuan kemanusiaan. Ini menjadi contoh nyata bagaimana riset dan inovasi benar-benar membumi dan memberikan manfaat langsung.” Pemanfaatan teknologi ini menunjukkan efektivitas riset terapan infrastruktur dalam situasi darurat.
Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Bencana dan Sinergi Pembangunan
Pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk mengawal penanganan bencana, mulai dari fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Fokus utama adalah percepatan pemulihan konektivitas di wilayah terdampak. Pengerahan alat berat dilakukan untuk membuka kembali jalur ekonomi dan logistik yang vital.
AHY menyatakan, “Kami fokus mengerahkan secepat mungkin alat-alat berat untuk menyambungkan kembali jalur ekonomi dan logistik. Bantuan kemanusiaan harus dapat tiba langsung ke masyarakat.” Prioritas ini memastikan bantuan dapat menjangkau korban bencana tanpa hambatan.
Selain itu, pemerintah tengah menghitung kebutuhan pembangunan kembali berbagai fasilitas umum. Ini termasuk jembatan, jalan nasional dan daerah, fasilitas air bersih, serta pemulihan rumah rakyat, sekolah, rumah sakit, dan puskesmas yang rusak. Pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga ditekankan untuk keberhasilan upaya ini.
AHY mengapresiasi peran masyarakat dan berbagai elemen bangsa yang terus menunjukkan kepedulian. Masukan konstruktif dari berbagai pihak sangat berharga dalam penanganan bencana dan pembangunan ke depan. Sinergi ini menjadi kunci dalam mewujudkan ketangguhan infrastruktur.
Infrastruktur sebagai Proyek Peradaban Menurut BRIN
Kepala BRIN, Prof. Arief Satria, memiliki pandangan bahwa pembangunan infrastruktur harus dipahami sebagai proyek peradaban. Menurutnya, infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata. Lebih jauh, infrastruktur beririsan erat dengan pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, dan transformasi bangsa secara menyeluruh.
Prof. Arief menjelaskan, “Pembangunan infrastruktur adalah proyek peradaban. Ini mencakup pembangunan manusia, pembangunan ekonomi, dan transformasi bangsa.” Pernyataan ini menggarisbawahi dimensi luas dari pembangunan infrastruktur yang melampaui aspek teknis.
BRIN siap mendukung pembangunan infrastruktur melalui pendekatan science-based policy. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kebijakan dan implementasi didasarkan pada riset dan data ilmiah yang kuat. Tujuannya adalah agar pembangunan infrastruktur Indonesia berjalan dengan baik dan berkelanjutan, didukung oleh riset terapan infrastruktur.
Sumber: AntaraNews
