Menteri ESDM Bahlil Pangkas Produksi Nikel dan Batu Bara untuk Dongkrak Harga
1 min read

Menteri ESDM Bahlil Pangkas Produksi Nikel dan Batu Bara untuk Dongkrak Harga

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan langkah strategis pemerintah untuk menstabilkan harga nikel dan batu bara di pasar global. Kebijakan ini ditempuh melalui penyesuaian target produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.

Bahlil menyampaikan, pemangkasan produksi dilakukan sebagai respons atas tren penurunan harga kedua komoditas tersebut. Pasokan yang berlebih dinilai menjadi penyebab utama anjloknya harga di pasar internasional. Dengan mengendalikan produksi, pemerintah berharap tercipta keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Kebijakan ini berlaku untuk nikel dan batu bara, mengingat besarnya kontribusi Indonesia terhadap pasokan global. Untuk batu bara, Indonesia menyumbang sekitar 500–600 juta ton atau hampir 50 persen dari total suplai dunia. Kondisi ini memberi pengaruh besar terhadap pergerakan harga global.

Data menunjukkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) terus menurun sejak awal November hingga awal Desember. Pada periode I Desember, HBA tercatat sebesar 98,26 dolar AS per ton, turun signifikan dibandingkan November 2024 yang masih berada di atas 114 dolar AS per ton.

Bahlil menegaskan, pemerintah akan meninjau RKAB perusahaan yang tidak mematuhi kebijakan tersebut. Peninjauan dapat berupa pengurangan kuota produksi atau sanksi lain sesuai ketentuan. Langkah ini diambil untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha dan menjaga stabilitas pasar komoditas nasional.

Sumber: Antara News