Prabowo Resmi Naikkan Dana Riset dan Inovasi Jadi Rp12 Triliun
2 mins read

Prabowo Resmi Naikkan Dana Riset dan Inovasi Jadi Rp12 Triliun

Presiden Prabowo Subianto menambah alokasi dana riset dan inovasi sebesar Rp4 triliun untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Dengan penambahan tersebut, total dana riset dan inovasi yang disiapkan pemerintah mencapai Rp12 triliun.

Kebijakan ini disampaikan Presiden Prabowo saat mengumpulkan para akademisi, yang terdiri dari rektor dan guru besar perguruan tinggi negeri maupun swasta, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, keputusan penambahan anggaran tersebut diambil langsung oleh Presiden dalam forum bersama akademisi.

“Dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp4 triliun,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).

Prasetyo menyebutkan, sebelumnya dana riset perguruan tinggi tercatat sebesar Rp8 triliun atau setara 0,34 persen dari total APBN 2026. Dengan tambahan anggaran ini, Presiden Prabowo berharap kualitas dan kekuatan riset di seluruh perguruan tinggi dapat semakin meningkat.

“Harapannya, tambahan ini dapat memperkuat riset-riset di seluruh universitas, termasuk yang bekerja sama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi),” ujarnya.

Lebih lanjut, Prasetyo menuturkan Presiden Prabowo menekankan agar riset yang dilakukan perguruan tinggi diprioritaskan untuk mendukung program strategis nasional. Fokus utama diarahkan pada upaya mencapai swasembada pangan dan swasembada energi.

Selain itu, riset juga diharapkan mampu mempersiapkan Indonesia menuju industrialisasi dan hilirisasi. Prasetyo menyampaikan bahwa pada tahun ini pemerintah akan memulai berbagai proyek besar melalui groundbreaking yang membutuhkan sumber daya manusia unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bukti Perhatian Prabowo pada Perguruan Tinggi

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menilai penambahan dana riset ini sebagai bukti nyata perhatian Presiden Prabowo terhadap perguruan tinggi, khususnya para peneliti dan guru besar.

Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menaruh harapan besar agar kalangan akademisi dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa.

“Bapak Presiden menambah alokasi dana riset dan inovasi hingga Rp4 triliun. Ini menjadi gambaran betapa besarnya amanat yang diberikan kepada perguruan tinggi, peneliti, dan guru besar untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” ujar Brian.

Brian menjelaskan, dana riset tersebut akan difokuskan untuk mendukung berbagai program hilirisasi industri yang dipimpin Danantara. Salah satunya adalah proyek waste to energy, yakni pengelolaan sampah menjadi energi.

“Mulai dari industri waste to energy, hilirisasi mineral, pangan, dan lainnya. Terdapat 18 proyek strategis yang diharapkan dapat didukung oleh riset yang kuat dari perguruan tinggi, sehingga kemandirian Indonesia dalam hilirisasi industri semakin meningkat,” pungkas Brian.