Prabowo Sebut Penerima MBG Capai 9 Kali Jumlah Penduduk Singapura
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjangkau 58 juta penerima manfaat. Jumlah tersebut setara dengan sembilan kali jumlah penduduk Singapura.
Prabowo mengungkapkan, pada awal peluncurannya, program MBG sempat diragukan banyak pihak. Bahkan, tidak sedikit yang menilai program tersebut mustahil untuk dijalankan secara efektif.
“Sekarang sudah 58 juta penerima manfaat. Kalau Singapura penduduknya 6 juta, berarti kita memberi makan sembilan Singapura. Kita kasih makan setiap hari,” ujar Prabowo.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Prabowo juga membandingkan capaian MBG dengan program serupa di negara lain. Ia mencontohkan Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau 41 juta penerima.
“Kita bisa mencapai 58 juta dalam satu tahun. Hal yang dulu dianggap tidak mungkin dari sisi manajemen, sekarang justru menjadi studi kasus,” kata Prabowo.
Ke depan, Prabowo menargetkan jumlah penerima manfaat MBG meningkat menjadi 82 juta orang pada 2026.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa hingga 31 Desember 2025, program MBG telah didukung oleh 19.188 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan awal pelaksanaan program pada 6 Januari 2025. Saat itu, MBG baru menjangkau sekitar 570.000 penerima manfaat dengan 190 SPPG.
Dadan menjelaskan bahwa program MBG menargetkan intervensi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, serta seluruh anak sekolah hingga usia 18 tahun.
Hingga awal Januari 2026, jumlah SPPG yang terbentuk telah mencapai 19.800 unit. Namun, dapur yang sudah beroperasi secara serentak tercatat sebanyak 19.188 SPPG.
“Perlu diketahui, 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang saat ini sudah beroperasi, pembangunannya 100 persen dibiayai oleh masyarakat,” ujar Dadan.
Ia menambahkan, proses operasional satu SPPG, mulai dari pembentukan hingga dana masuk ke rekening, membutuhkan waktu sekitar lima hingga delapan hari. Oleh karena itu, SPPG yang terbentuk pada Januari 2026 baru akan mulai beroperasi pada sesi kedua.
Sumber Bisnis.com
