Target Ekonomi Tumbuh 5,2%, Pemerintah Tetap Optimistis
2 mins read

Target Ekonomi Tumbuh 5,2%, Pemerintah Tetap Optimistis

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 dapat menembus angka 5,2 persen, sesuai target yang telah ditetapkan. Optimisme ini didorong oleh keyakinan bahwa kinerja ekonomi pada triwulan IV 2024 akan melaju positif.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melaporkan kondisi ekonomi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12).

“Target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen insya Allah tercapai. Untuk triwulan keempat, pertumbuhannya juga diperkirakan meningkat,” ujar Airlangga.

Optimisme pemerintah ditopang oleh sejumlah indikator ekonomi makro yang menunjukkan kinerja positif. Neraca perdagangan barang Indonesia masih mencatatkan surplus sebesar US$2,39 miliar. Selain itu, neraca transaksi berjalan juga tetap terjaga dengan defisit sebesar US$4 miliar.

Dari sisi ketahanan eksternal, cadangan devisa Indonesia berada di level yang relatif tinggi, yakni sekitar US$150 miliar. Penyaluran kredit perbankan juga masih tumbuh solid di kisaran 7,36 persen.

Airlangga menambahkan, pemerintah turut mengandalkan berbagai program stimulus yang digulirkan pada akhir tahun untuk menjaga momentum pertumbuhan, terutama dari sisi konsumsi masyarakat.

Salah satunya melalui program Belanja Online dengan target nilai transaksi mencapai Rp34 triliun. Selain itu, program Belanja di Indonesia Saja menghadirkan diskon hingga 80 persen di pusat perbelanjaan dengan target transaksi Rp30 triliun. Ada pula program Every Purchase Is Cheap (Epic) di ritel modern yang ditargetkan menghasilkan transaksi hingga Rp56 triliun.

“Total belanja masyarakat pada Desember ini diperkirakan mencapai Rp110 triliun hingga Rp120 triliun. Harapannya, ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi,” jelas Airlangga.

Selain konsumsi, pemerintah juga menggenjot sektor pariwisata untuk meningkatkan mobilitas masyarakat di akhir tahun. Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan publik serta pemberian potongan tarif di seluruh moda transportasi massal.

Airlangga juga mengusulkan penerapan sistem work from anywhere/work from everywhere pada 29–31 Desember 2025 guna mendorong pergerakan masyarakat selama masa libur.

“Libur sekolah berlangsung dari 22 Desember hingga 3 Januari. Dengan kebijakan ini, kami perkirakan jumlah perjalanan masyarakat pada Desember bisa menembus di atas 100 juta perjalanan,” ujarnya.

Menurut Airlangga, kebijakan fleksibilitas kerja penting untuk mendukung mobilitas keluarga. “Keluarga biasanya tidak bepergian jika orang tuanya tidak bisa bergerak. Karena itu, fleksibilitas kerja menjadi kunci,” pungkasnya.

Sumber MediaIndonesia.com