Bulan Keselamatan Transportasi 2026: Jasa Raharja Sulsel Bekali 96 Peserta BST PIP Makassar Lewat Edukasi Keselamatan Pelayaran
1 min read

Bulan Keselamatan Transportasi 2026: Jasa Raharja Sulsel Bekali 96 Peserta BST PIP Makassar Lewat Edukasi Keselamatan Pelayaran

MAKASSAR – Dalam rangka menyemarakkan Bulan Keselamatan Transportasi, Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Sulawesi Selatan, Arny I. Tenriajeng, memimpin langsung kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Pelayaran di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (30/09) ini diikuti oleh 96 peserta calon Anak Buah Kapal (ABK) dari PIP Makassar. Arny hadir didampingi oleh Kepala Bagian Operasional, Panji Wiratama, serta perwakilan JRP Branch Makassar untuk memberikan pembekalan mendalam mengenai pentingnya budaya sadar keselamatan sejak dini bagi para calon pelaut.

Dalam pemaparannya, Arny memaparkan materi komprehensif mengenai peran strategis dan fungsi utama Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap aspek perlindungan hukum dan asuransi harus berjalan beriringan dengan kompetensi teknis di atas kapal. “Kami ingin memastikan para calon pelaut ini tidak hanya handal dalam mengoperasikan kapal, tetapi juga memiliki kesadaran penuh terhadap pentingnya perlindungan keselamatan diri dan tanggung jawab perlindungan penumpang,” ujar Arny I. Tenriajeng.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi praktis berupa sosialisasi penggunaan life jacket (jaket pelampung) serta teknik personal survival (penyelamatan diri) yang dipandu langsung oleh pihak PIP Makassar. Para peserta tampak antusias mengikuti simulasi keselamatan di air guna menguji kesiapan mereka dalam menghadapi situasi darurat di laut.

Melalui sinergi antara Jasa Raharja dan institusi pendidikan maritim ini, diharapkan tingkat kesadaran keselamatan transportasi perairan dapat terus meningkat. Kegiatan ini tidak hanya sukses membekali peserta dengan keterampilan evakuasi yang mumpuni, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka mengenai jaminan perlindungan asuransi yang krusial bagi keselamatan profesi pelaut di masa depan.